Skip to main content

Review Vdemekum Wartawan



Judul Buku               : Vademekum Wartawan 

Judul Review            : Pedoman Reportase
Nama Pengarang      : Parakitri T. Simbolon
Nama Penerbit         : Kepustakaan Populer Gramedia
Kota Terbit               : Jakarta
Tahun Ter                 : 2006
Jumlah hal.                : 179 hal.
         

Buku karangan Parakitri T. Simbolon ini mengulas tentang Reportase Dasar. Buku yang sangat penting untuk dimiliki reporter muda. Buku ini memiliki sampul berwarna kuning dan bergambar kartun yang  mengilustrasikan seorang pria dan wanita sedang melakukan reportase . Buku ini menjelaskan bagaimana menjadi seorang reporter yang baik dengan sumber-sumber yang dapat dipastikan hingga ke tahap penulisan berita.


          Teknik kepenulisan dalam buku ini sangat deskriptif dan ilustratif. Gambar-gambar yang tertera  disetiap lembar halamann membuat pembaca lebih mengerti inti yang akan disampaikan. Tidak hanya gambar, beberapa percakapan juga terdapat didalam buku ini dengan bahasa yang sederhana lebih mudah untuk dipahami. Gaya bahasanya yang logis dan terarah dan membuat pembaca semakin tertarik untuk membaca. Didalam buku ini juga terdapat tips-tips sebagai kesimpulan mengenai inti dari setiap bab yang telah diuraikan.    

          Buku ini terdiri dari empat bab yang saling berhubungan. Bab pertama mengenai “Pendahuluan” yang menjelaskan bagaimana tahap-tahap dan unsur-unsur reporter. Sedangkan bab kedua berkaitan tentang “Syarat-syarat seorang Reporter”. Setelah bab pertama dan kedua dikembangkan, pada bab ketiga penulis mulai menggambarkan berita yaitu berjudul “Berita dan Proses Pencariannya”. Demikian pula pada bab terakhir “Menulis Berita”, menjelaskan tentang cara-cara penulisan berita yang menarik, bagus serta jenis-jenis lead yang menjadi bagian awal berita. Buku ini mengajak pembaca untuk berpikir kreatif dan inovatif.
          
Buku ini cukup menarik hanya saja pada bagian akhir dari buku ini tidak di jelaskan mengenai profil penulis dan tidak terdapat daftar pustaka atau keterangan penutup.

#Tugas magang di redaksi Pijar awal tahun 2013



Comments

Popular posts from this blog

Membuat Naskah History 811 Metro TV

Betapa pentingnya hari, tanggal dan tahun. Hari ini aku diberi tugas membuat history. Jadi aku berada di ruang internet untuk mencatat segala hal yang terjadi pada hari ini lalu merangkumnya kedalam satu paragraf yang terdiri dari 4 baris. Aku mulai berpikir betapa pentingnya hari. Aku sangat menyukai tugasku yang satu ini. Dengan begini aku menjadi tahu peristiwa apa saja yang terjadi.

Ma

Ma... Aku menuis ini karena mengingatmu. Ma, begitulah aku memanggilmu. Segala rasa kucurahkan padamu. Namun aku masih menyimpan yang satu ini ma, cinta.. Semenjak kuliah aku tak lagi bercerita tentang ini padamu. Aku tahu dalam hatimu bertanya-tanya. Mama tahu, anakmu ini sedang mengukir rasa cintanya. Namun tenanglah, cintaku pada mama akan tetap sama. Ma, aku tahu ma, engkau merindukanku. Mama menanti kepulanganku saat ini. Setelah seminggu yang lalu kita bertemu. Ku munculkan diriku dihadapanmu, ku cumbu kedua pipimu. Dan esoknya anakmu ini harus balik lagi kesini, tempat persinggahannya menuntut ilmu. “Kok lama kali pulangnya”? Tanyamu lewat telpon genggam itu. Sabar ya ma.. Aku juga merindukanmu. Ma..maafkan, anakmu ini belum bisa berbuat lebih untukmu. Aku memang sangat-sangat menikmati adanya dirimu. Mama selalu memanjakan diriku. Mengutamakan diriku. Untuk itulah aku mengutamakan dirimu, ma. Mama jangan khawatir jika aku berbuat sesuatu yang lebih dari mama...

Just enough, Remember My Name

Hafalkan namaku disaat menatap muka.  Aku kan mengingat langkah kaki yang selalu ku bawa. Dari jarak jauh ataupun dekat. Aku akan menghiasi senyum dari arah mana pun yang kau mau. Ingatlah pesan-pesan yang mengudara disekitar kita. Serta bahasa tubuh yang sudah tersedia. Hasrat dan keinginan yang tersimpan di dalam kalbu atau pun igauanmu. Dan rintik-rintik yang hampir keluar dari binar mata, memerah. Membuatku mengerutkan dahi, meregangkan alis mata walau tawa-tawa kecil memalingkan suasana. Biarkan saja berjalan apa adanya. Mengalir, meresap hingga ke celah-celah nurani. Bertahanlah sampai kapan ingatan ini akan jenuh. Yang pasti suatu saat nanti aku akan mengingatmu dengan ucapan “ Hallo”, Mekar..Remember my name!