Posts

Showing posts from 2015

Kesederhanaan sebuah Kado Istimewa

Pagi-pagi sekitar pukul 07.00 aku dikejutkan dengan pesan singkat (SMS) dari ayah: Kak Rin, Ayah udah di Medan. Aktifkan nomor simpatinya". Apaaa? Dengan sangat terkejut aku membalas: " Ayah udah di Medan?  Sama siapa? Kenapa gak bilang-bilang?" Setelah itu ayah meneleponku hingga akhirnya sampai di kost-an. Tiba-tiba sms Mama juga mengatakan bahwa ayah sudah sampai di Medan. Hmm..sudah kuduga pasti ini mau kasih kejutan, yahh ternyata benar.  Mama dan adikku sudah sekongkolan. Ayah membawakan paket, isinya makanan ringan, kebutuhan di kosan plus kue ulang tahun. Mama mengucapkan Selamat ulang tahun lewat telpon, dan tetangga yang juga ikut mendo'akan. Mama dirumah berjualan jadi tidak bisa ikut dengan ayah kesini. Perjalanan dari rumah ke kost mebutuhkan waktu sekitar 4 jam kalau naik bus. Ayah berangkat  mengendarai motor pada pukul 05.00. Ntah bagaimana proses perjalanan yang dilauluinya hingga menempuh waktu hanya 2 jam. Aku sangat senang

Kepada Mereka

Image
Ada kebahagiaan yanag melekat didalam diri ini saat pertama kali di panggil “Ummi”. Aku selalu memikirkannya, betapa bahagia menjadi Ummi . Aku senyum-senyum sendiri saat beranjak pulang dari tempat itu. Setelah mengucap salam tanda berakhirnya pelajaran, mereka bergegas pulang ke rumahnya masing-masing. Ada yang di jemput orang tuanya, dan ada juga yang berjalan kaki karena rumahnya tak jauh dari tempat belajar.
Kata Ayah: "Jadilah Wanita yang diidolakan Lelaki, bukan menjadi Wanita yang mengidolakan Lelaki"

Rahasia Waktu

Ada banyak orang berkata, dari setiap mulut yang berbicara. Ada banyak orang menerima suara dan mengeluarkannya dengan intonasi yang berbeda. Tawa dan sedih, ada banyak orang yang beprilaku diantara keduanya. Aku mengartikan pertemuan sebagai rahasia waktu yang mendukung keadaan insan-insan untuk berinteraksi sosial. Bertemu di jalan, bertemu di tempat belajar atau bertamu di rumah. Rahasia waktu tak memberitahu kapan memulai dan berakhir, karena diri kita terikat satu sama lainnya. Saat ini mengenali seseorang sudah bisa serampangan. Baik di dunia nyata maupun di akun sosial. Selayaknya, mengenali seseorang tidak cukup dengan mengucap halo teman, apa kabar? Walau kata-kata itu sangat baik untuk diucapkan. Namun mengenali seseorang ialah dengan bagaimana kita menjaga agar tetap berkesinambungan. Walau kita sebagai penerima pesan ataupun sebaliknya.

Sempurna

Sempurna Sempurna adalah milik sesama yang berkaitan satu sama lainnya untuk saling melengkapi. Sempurna bukanlah milik individu yang mengevaluasi diri sendiri. Pada dasarnya kesempurnaan adalah komunikasi yang berkesinambungan anatara diri dengan Rabb Nya, antara diri dengan orang tua, antara diri dengan kerabat maupun dengan masyarakat luas. Sempurna adalah bagaimana cara kita membungkus sikap yang datangnya dari hati. Bukan, bukan juga menjadi pemampang diri untuk terus berinteraksi. Sempurna adalah bagaimana kita dapat mengontrol diri sendiri pada batasan-batasan yang sudah disepakati. Ketika seseorang mampu mengeluarkan air mata sementara yang lain tidak itu adalah sikap yang ada pada dirinya. Bagaimana ia menyikapi dirinya dengan pengalamannya, dan bagaimana ia memandang hari-hari yang akan dilaluinya. Kesempurnaan adalah ketertarikan  hubungan orang-orang yang disayanginya.  Desakan-desakan hangat dan orang-orang yang memotivasi. Sungguh, luar biasa dampak seseorang bag

Jalan Sunyi

Ada jalan sunyi yang berkeliaran pohon ini Menghidupkan bunga-bunga yang telah mati Yang tak seorang pun dapat mengetahuinya Ada jalan sunyi yang mengakar di pohon ini Meninggalkan segala jejak kaki Tak banyak orang peduli Ada jalan sunyi Yang terbangnya secara sembunyi-sembunyi Mengingatkan diri bahwa tak ada seorang pun yang abadi Ada jalan sunyi yang menetaskan mata untuk hidup lagi Dalam sunyi, yang hadirnya hanya seorang diri

Mural, Gubrakan Baru Populerkan Seni

Image
Diurnarii Publisher (Bagus Prakasa)   Seni mural masih dapat dikatakan keahlian baru di kota Medan. Minimnya informasi tentang seni lukis di media dinding ini menjadi salah satu alasan kurang dikenalnya mural. Selain itu, keberadaan seni lukis serupa yang jauh lebih diketahui keberadaannya oleh masyarakat kota Medan, seperti graffity , juga menjadi faktor pendukung. Di Medan sendiri, hanya beberapa kalangan saja yang mengetahui keberadaan mural ini. Ade Radinal Siregar, mahasiswa D-3 Metrologi FMIPA Universitas Sumatera Utara, tampil dengan membawa karya muralnya. Melalui keberanian dan semangat yang dimilikinya, Ade memberikan ornamen indah dalam arsitektur dinding beberapa tempat. Hasil liukkan kuasnya memberikan warna tersendiri bagi keindahan eksterior dan interior ruangan. Mulai dari kafe hingga kamar tidur tak luput dari kreatifitas goresan tangan pria kelahiran 17 Juni ini. Hasil karyanya juga telah terpampang di beberapa tempat nongkrong yang cukup