Skip to main content

Selamat jalan Pak Yus



Kematian itu tak pernah diduga. Sapa saja dan dimana saja. Semalam, 20 Januari 2014, Bapak Pembina BKRM (Alm. Yusro) telah berpulang ke rahmatullah. Aku sejenak berpikir selama ini beliau lalu lalang dihadapanku. Begitu segannya aku untuk menyapa. Ada rasa ingin bicara namun ada juga kaki berat melangkah. Dan kini, tak mampu lagi aku bersua untuk menyalam tangannya. 

Hari-hari kemarin begitu saja terlewati. Tanpa pernah berpikir apa yang dilakukan semalam dan apa rencana hari esok?Mungkin kita tak pernah menyadari apa yang akan terjadi nanti. Kita tak pernah berpikir nikmatnya saat ini. Padahal ada sesuatu yang pasti menghampiri. 

Ada sisi yang tak pernah kita ketahui benar atau salahnya. Namun tujuanlah yang menjadi kunci. Untuk apa kita melakukan ini. Begitu juga dngan BKRM, memiliki tujuan mulia, dilaksanakan secara ikhlas. Sebagai wadah pembelajaran remaja islam saat ini.

Rasanya begitu mengharukan kehilangan sosok seperti Pak Yus. Beliau aktif didalam mengorganisisr remaja masjid yang terdiri dari dua kabupaten. Suaranya besar dan  tegas. Pak Yus, begitulah sapaannya. Pengalaman beliau di remaja masjid telah luas. Dari masa remaja hingga tua. Mungkin Allah menjadikan hikmah dari semua ini. Kami hanya memohon kepada Allah agar meringankan segala yang berat, menghapus dosa-dosanya dan tempatkan beliau di surga - Nya. Aamiin.


Comments

Popular posts from this blog

Ma

Ma... Aku menuis ini karena mengingatmu. Ma, begitulah aku memanggilmu. Segala rasa kucurahkan padamu. Namun aku masih menyimpan yang satu ini ma, cinta.. Semenjak kuliah aku tak lagi bercerita tentang ini padamu. Aku tahu dalam hatimu bertanya-tanya. Mama tahu, anakmu ini sedang mengukir rasa cintanya. Namun tenanglah, cintaku pada mama akan tetap sama. Ma, aku tahu ma, engkau merindukanku. Mama menanti kepulanganku saat ini. Setelah seminggu yang lalu kita bertemu. Ku munculkan diriku dihadapanmu, ku cumbu kedua pipimu. Dan esoknya anakmu ini harus balik lagi kesini, tempat persinggahannya menuntut ilmu. “Kok lama kali pulangnya”? Tanyamu lewat telpon genggam itu. Sabar ya ma.. Aku juga merindukanmu. Ma..maafkan, anakmu ini belum bisa berbuat lebih untukmu. Aku memang sangat-sangat menikmati adanya dirimu. Mama selalu memanjakan diriku. Mengutamakan diriku. Untuk itulah aku mengutamakan dirimu, ma. Mama jangan khawatir jika aku berbuat sesuatu yang lebih dari mama...

Sang Peduli Sampah

(http://cobraeite.blogspot.com) Awan masih menemani langkah Bugiono. Seorang lelaki berumur 49 tahun yang tak letih mengayunkan gerobak. Sekitar 3 Desa di Deli Tua telah ia tempuh. Pak Bug, begitulah sapaannya. Dengan mengenakan baju biru dan celana berwarna coklat yang hampir pudar ia pun menuju rumah warga. Kemudian ia mengambil tumpukan sampah yang telah menantinya, lalu di masukkan ke dalam gerobak yang dibawanya sebagai tempat sampah-sampah tersebut bersatu. Cuaca dingin dan jalanan yang becek tidak memberatkan langkahnya untuk mencari dan terus mencari. Mengutip sampah di rumah-rumah warga mulai subuh hingga petang. Itulah pekerjaan pak Bug sehari-hari. Baginya sampah ibarat teman. Setiap hari selalu ada sampah yang dibawanya bahkan tidak sedikit. Pekerjaan pak Bug pun tidak hanya sampai disitu. Sampah-sampah yang telah terkumpul itu dibawa ke penumpukan sampah. Letaknya di dekat kuburan Cina Deli Tua. Tanpa rasa lelah. Pak Bug senantiasa bersama gerobak. Gerobak yang...

Membuat Naskah History 811 Metro TV

Betapa pentingnya hari, tanggal dan tahun. Hari ini aku diberi tugas membuat history. Jadi aku berada di ruang internet untuk mencatat segala hal yang terjadi pada hari ini lalu merangkumnya kedalam satu paragraf yang terdiri dari 4 baris. Aku mulai berpikir betapa pentingnya hari. Aku sangat menyukai tugasku yang satu ini. Dengan begini aku menjadi tahu peristiwa apa saja yang terjadi.