Skip to main content

Just enough, Remember My Name

Hafalkan namaku disaat menatap muka.  Aku kan mengingat langkah kaki yang selalu ku bawa. Dari jarak jauh ataupun dekat. Aku akan menghiasi senyum dari arah mana pun yang kau mau. Ingatlah pesan-pesan yang mengudara disekitar kita. Serta bahasa tubuh yang sudah tersedia. Hasrat dan keinginan yang tersimpan di dalam kalbu atau pun igauanmu. Dan rintik-rintik yang hampir keluar dari binar mata, memerah. Membuatku mengerutkan dahi, meregangkan alis mata walau tawa-tawa kecil memalingkan suasana. Biarkan saja berjalan apa adanya. Mengalir, meresap hingga ke celah-celah nurani. Bertahanlah sampai kapan ingatan ini akan jenuh. Yang pasti suatu saat nanti aku akan mengingatmu dengan ucapan “ Hallo”, Mekar..Remember my name!

Comments

Popular posts from this blog

Ma

Ma... Aku menuis ini karena mengingatmu. Ma, begitulah aku memanggilmu. Segala rasa kucurahkan padamu. Namun aku masih menyimpan yang satu ini ma, cinta.. Semenjak kuliah aku tak lagi bercerita tentang ini padamu. Aku tahu dalam hatimu bertanya-tanya. Mama tahu, anakmu ini sedang mengukir rasa cintanya. Namun tenanglah, cintaku pada mama akan tetap sama. Ma, aku tahu ma, engkau merindukanku. Mama menanti kepulanganku saat ini. Setelah seminggu yang lalu kita bertemu. Ku munculkan diriku dihadapanmu, ku cumbu kedua pipimu. Dan esoknya anakmu ini harus balik lagi kesini, tempat persinggahannya menuntut ilmu. “Kok lama kali pulangnya”? Tanyamu lewat telpon genggam itu. Sabar ya ma.. Aku juga merindukanmu. Ma..maafkan, anakmu ini belum bisa berbuat lebih untukmu. Aku memang sangat-sangat menikmati adanya dirimu. Mama selalu memanjakan diriku. Mengutamakan diriku. Untuk itulah aku mengutamakan dirimu, ma. Mama jangan khawatir jika aku berbuat sesuatu yang lebih dari mama...

Terimakasih Mama

Selalu ada dan kan ku ikat selalu dalam dada Keluh kesah yang ter tanam seakan padam Menghadirkan senyum yang menebar Mengepakkan sayap kupu-kupu Untuk selalu ceria terbang bertemu kembang Wajahmu mampu menembus mata yang tak tertatap Suaramu mampu memberi secuil rindu yang merekat Terlintas dalam pikirku, dalam angan-angan yang melayang Menanti kedatanganmu Mendekapmu erat dengan senyum yang melekat Hadirmu menguatkan nadi-nadi yang meregang Cuap-cuap nasehatmu menjadi simpul tawanan Terima kasih mama Atas nasehat yang memberiku semangat Terima kasih mama Atas rasa khawatir yang terus membara Aku yakin ini karena kecintaanmu Pada buah hati yang tak pernah pudar

Adindaku

Lika-liku yang kau lalui Semoga dapat menjadi motivasi Untuk selalu lebih dekat dengan-Nya Untuk selalu mampu menerjemahkan kata-kata Untuk mampu memaknai arti kehidupan selayaknya Untuk adindaku tersayang Daku mengrti maksud dan tujuanmu Daku juga mengerti atas segala uji coba Yang datang bukan hanya melalui Try Out dan Ujian tilismu saja Melainkan praktek hidup secara nyata Adindaku, Yakinlah Ujianmu itu adalah segala kemampuanmu Ungkapkanlah itu Aku tahu keputusanmu telah tepat Jangan menyerah adindaku Tetaplah kuat menopang Illah Berikanlah yang terbaik Jadilh yang terbaik Maafkan kakak Yang memberi hanya lewat kata Adindaku Jadilah penopang rindu Antara batu kerikil itu Yang berjalan meski sakit rasanya Yang bertapak meski sedih jiwanya Namun ia terus melaju