Skip to main content

Live Event Pelantikan Kabinet Kerja Jokowi - JK di Metro TV



Metro TV hari ini mengadakan Live Event Pelantikan Kabinet Kerja Jokowi-JK pada pukul 08.00 hingga malam nanti. Program 811 Show mendapat kesempatan Live Event sebab memiliki jam tayang pukul delapan hingga pukul duabelas. Live Event ini dikemas dalam bentuk Dialog dan Live, serta diselingi oleh beberapa berita dalam bentuk Package dan Voice Offer. Acara Live Event hanya diadakan jika terdapat acara-acara besar seperti pelantikan Presiden, DPR, dan lan-lain yang membutuhkan Live lebih banyak, baik dari pusat maupun daerah. 

Sumi Yang, Ralph Tampubolon,
Dahlan Iskan dan Burhanuddin
Muhtadi sedang berdialog di
Grand Studio
Kali ini presenter Kartika Octaviana live di Istana Negara. Ia mewawancarai beberapa menteri yang baru di umumkan pada hari Minggu, pukul 17.30 kemarin. Beberapa menteri yang sempat diwawancara yaitu Anies Baswedan, Retno Lestari Priansari, dan lain-lain. Vina mendapatkan salah seorang menteri hampir menolak diwawancara namun Vina meminta waktu sedikit saja untuk bertanya-tanya karena sedang Live di Metro TV. Setelah usai mewawancara, Vina mempersilahkan Menteri tersebut bergabung dengan rekan-rekannya didalam Istana.




Selain Live, acara ini juga diisi dengan dialog di Grand Studio, lantai tiga. Produser membagi waktu antara dialog, live dan package atau vo selama siaran berlangsung. Dialog membutuhkan Presenter dan Narasumber. Presenter acara Dialog 811 Show yaitu Sumi Yang dan Ralph Tampubolon sedangkaan narasumber pada Live Event ini yaitu Dahlan Iskan, Burhanuddin Muhtadi (Pengamat Politik), Kadek Sutrisna (Ketua LPEM UI), Sri Adiningsih (Pengamat Ekonomi).


Gilang Ayunda
sedang membaca package dan vo
Tugasku yaitu mencatat Live Report, menghubungi reporter dan menyusun naskah yang akan diberikan kepada presenter. Di grand Studio terdapat tiga presenter. Selain Sumi dan Ralph ada Gilang Ayunda yang mengenakan jas kuning sedang berdiri di sebelah touchscreen. Dia memandu antara dialog dan package berita. Dalam membaca package atau VO, kak Gilang  tampak seperti sedang melakukan presentase kepada pemirsa. Ia memperkenalkan beberapa profil menteri melalui touchscreen. Sedangkan Sumi dan Ralph memandu acara antara Dialog dan Live Report.

Comments

Popular posts from this blog

TEORI Difusi Inovasi

Teori difusi inovasi berkaitan dengan komunikasi massa, disebarkan secara luas ke masyarakat.  Teori digunakan untuk melaksanakan program-program pembangunan yaitu dengan mengganti cara-cara yang lama dengan teknik-teknik yang baru. Sasarannya pun masyarakat pedesaan umumnya sih petani. Prinsip teori ini ialah komunikasi dua tahap, dimana didalamnya terdapat agen perubahan. Oleh karena itu teori ini sangat menekankan sumber-sumber non-media (sumber personal, misalnya tetangga, teman. ahli dan sebagainya) dan juga gagasan atau pendapat yang mempengruhi dan mengubh prilaku kita. Biar apa cobaaaa? Nah.. dibawah ini akan kita bahas lagi yaa..tahap-tahapnya dulu deh. menurut pahlawan komunikasi kita yaitu Everett A Rogers dan Floyd G. Shoemaker (1973) ada 4 tahapan dalam proses difusi inovasi.. Apa sajakah tahap ituu..? Yuuk mari mampir, lihatnya dibawah ini yaa.. :) 4 tahap difusi inovasi: 1. Pengetahuan: Bahwa kita sadar akan adanya teori difusi inovasi ini, apa dan bagaimana serta f...

Membuat Naskah History 811 Metro TV

Betapa pentingnya hari, tanggal dan tahun. Hari ini aku diberi tugas membuat history. Jadi aku berada di ruang internet untuk mencatat segala hal yang terjadi pada hari ini lalu merangkumnya kedalam satu paragraf yang terdiri dari 4 baris. Aku mulai berpikir betapa pentingnya hari. Aku sangat menyukai tugasku yang satu ini. Dengan begini aku menjadi tahu peristiwa apa saja yang terjadi.

Sabar

Aku ingin meniti air yang beku. Sabar menanti ia mencair. Aku ingin masuk kedalam dahagamu. Memberi setetes saja kesejukan. Dalam keadaan baik ataupun lelah. Aku hanya ingin menjadi penyejuk yang merindang dirimu. Keadaan sabar sama seperti kita menunggu Jemariku belum   lelah, menantimu. Aku masih mengukir sabar dijendela kaca tempat kita bejumpa. Sabar yang tertuang dalam hati, dalam pikiran dan dalam raga yang senantiasa merelakannya bersinggungan dengan besi putih, tempat   menyandar. Kakiku tetap tegak, tak berpindah. Tanganku masih menari-nari melukis namamu dari arah kanan dan kiri. Aku bukan main-man, aku hanya sabar menunggu kedatanganmu.