Skip to main content
Arti Penting Waktu



Waktu itu tak pernah berhenti. Ia akan terus berjalan, tak pernah kembali. Seperti halnya kita hidup, akan terus tumbuh dan berkembang. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti, esok maupun lusa. Namun kita mampu memahami apa yang terjadi kemarin karena waktu telah berlalu.

Kita sebagai makhluknya diberkan akal dan pikiran. Namun bagaimana kita menjalaninya sesuai apa yang kita butuhkan. Apa yang ita lakuan saat ini merupakan selang dari waktu yang berjalan. Dimana kita dapat memahaminya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Kita tidak dapat menghindar dan berlari dari waktu karena waktu lebih lebih mampu. Ia merupakan sejarah yang menjadi saksi seluruh kehidupan kita. Baik itu tanggal lahir, tanggal menikah, jam rapat, kuliah dan semuanya disesuaikan dengan waktu.

Nah, cuplikan diatas tadi sedikit menggambarkan waktu. Sekarang kita kembali kepada diri sendiri . Apakah kita sudah begitu baik dalam memanfaatkan waktu? Ataukah waktu yang memanfaatkan kita? Wah, bagaimana ini?

Mari kita bahas tentang waktu.

Manajemen Waktu. Apa pentingnya manajemen waktu?
Hidup ini harus dipenuhi dengan kesibukan. Kita harus menjadikan diri kita sebagai orang yang penting, walaupun pada kenyataannya tidak sebegitu. Namun dengan anggapan ini pikiran kita akan membentuk kita bahwa kita benar-benar penting. Banyak hal yang harus kita ketahui. Tidak hanya di dunia saja, namun kehidupan akhirat juga harus kita pahami.

Dunia yang begitu luas, terdiri dari 5 benua: Asia, Eropa, Amerika, Afrika dan Australia. Didalamnya terdapat 193 negara yang diakui (menurut PBB dengan 192 sebagai anggota PBB) dengan penduduk mencapai 7,2 miliar jiwa (2013) dan terdiri dari sekitar 6.912 bahasa (Menurut Ethnologue).
Wah, dari begitu banyak angka belum lagi ditambah suku, budaya ras dan sebagainya, keindahan alamnya, langit dan bumi, aduh semuanya deh yang tampak dengan kita. Tentunya banyak sekali ilmu harus dicapai. Namun kita sebagai manusia memiliki batasan. Untuk itu kita gunakanlah waktu ita untuk hal-hal yang bermanfaat. Melakukan sesuatu yang berkaitan antara dunia dan akhirat. Bermanfaat dan berpahala tentunya.

Triknya membuat jadwal kegiatan sehari-hari. Namun harus onsisten dengan apa yang kita buat. Utamakan yang menjadi prioritas dan tetap menjaga kewajiban yang telah ditetapkan. Kita yang mengatur diri kita. Akan seperti apa kita? Buatlah target apa yang hndak dicapai, kapan, dimana, TENTUKAN! Mulailah dari sekarang.

Oke. Selamat mencoba teman-teman! Semoga postingan ini bermanfaat yaa : )

Comments

Popular posts from this blog

Membuat Naskah History 811 Metro TV

Betapa pentingnya hari, tanggal dan tahun. Hari ini aku diberi tugas membuat history. Jadi aku berada di ruang internet untuk mencatat segala hal yang terjadi pada hari ini lalu merangkumnya kedalam satu paragraf yang terdiri dari 4 baris. Aku mulai berpikir betapa pentingnya hari. Aku sangat menyukai tugasku yang satu ini. Dengan begini aku menjadi tahu peristiwa apa saja yang terjadi.

Sang Peduli Sampah

(http://cobraeite.blogspot.com) Awan masih menemani langkah Bugiono. Seorang lelaki berumur 49 tahun yang tak letih mengayunkan gerobak. Sekitar 3 Desa di Deli Tua telah ia tempuh. Pak Bug, begitulah sapaannya. Dengan mengenakan baju biru dan celana berwarna coklat yang hampir pudar ia pun menuju rumah warga. Kemudian ia mengambil tumpukan sampah yang telah menantinya, lalu di masukkan ke dalam gerobak yang dibawanya sebagai tempat sampah-sampah tersebut bersatu. Cuaca dingin dan jalanan yang becek tidak memberatkan langkahnya untuk mencari dan terus mencari. Mengutip sampah di rumah-rumah warga mulai subuh hingga petang. Itulah pekerjaan pak Bug sehari-hari. Baginya sampah ibarat teman. Setiap hari selalu ada sampah yang dibawanya bahkan tidak sedikit. Pekerjaan pak Bug pun tidak hanya sampai disitu. Sampah-sampah yang telah terkumpul itu dibawa ke penumpukan sampah. Letaknya di dekat kuburan Cina Deli Tua. Tanpa rasa lelah. Pak Bug senantiasa bersama gerobak. Gerobak yang...

Sabar

Aku ingin meniti air yang beku. Sabar menanti ia mencair. Aku ingin masuk kedalam dahagamu. Memberi setetes saja kesejukan. Dalam keadaan baik ataupun lelah. Aku hanya ingin menjadi penyejuk yang merindang dirimu. Keadaan sabar sama seperti kita menunggu Jemariku belum   lelah, menantimu. Aku masih mengukir sabar dijendela kaca tempat kita bejumpa. Sabar yang tertuang dalam hati, dalam pikiran dan dalam raga yang senantiasa merelakannya bersinggungan dengan besi putih, tempat   menyandar. Kakiku tetap tegak, tak berpindah. Tanganku masih menari-nari melukis namamu dari arah kanan dan kiri. Aku bukan main-man, aku hanya sabar menunggu kedatanganmu.