Skip to main content

Menangislah

Menangislah jika itu membuatmu merasa lega. Menangislah sampai tumpah, biarkan saja air dari ragamu keluar sedikit demi sedikit membasahi pipi, baju dan kulitmu. Menangislah samapai benar-benar kau pahami arti menangismu. Menangislah, ambil nikmat dari menangis.

Menangislah sampai tumpah, sampai basah yang meresap hingga ke celah..
Menagislah dari keadaan lalu, keadaan yang telah terlewati dalam setiap hembusan nafas.
Membiarkan basah seluruh wajah bukanlah hal yang mudah. Apalagi bila disekeliling kita ada banyak manusia. Tapi tahukah kamu, lebih susah rasanya menahan, menahan air yang ingin tumpah dari raga.

Ada saat yang membuat manusia berubah tidak seperti yang kita kira..

Menangis adalah jawaban seberapa besar kita dapat memahaminya.

Banyak orang mengirim kasih sayang dan banyak pula yang berharap harap mendapatkannya. Banyak cara orang dalam menyampaikan kasih sayangnya. Baik dari belakang maupun dari depan yang kadang-kadang tak sampai kepikiran. Banyak orang dalam mengungkapkan kasih sayangnya baik melalui tawanya ataupun amarahnya, melalui perlakuannya maupun perkataannya. Banyak juga orang yang menyembunyikan kasih sayangnya. Seperti udara yang memberi oksigen kepaada hidung untuk bernafas. Atau matahari yang memberikan siang kepada tumbuhan..


Ada kasih sayang yang seringkali kita tidak menyadarinya.

Comments

Popular posts from this blog

Ma

Ma... Aku menuis ini karena mengingatmu. Ma, begitulah aku memanggilmu. Segala rasa kucurahkan padamu. Namun aku masih menyimpan yang satu ini ma, cinta.. Semenjak kuliah aku tak lagi bercerita tentang ini padamu. Aku tahu dalam hatimu bertanya-tanya. Mama tahu, anakmu ini sedang mengukir rasa cintanya. Namun tenanglah, cintaku pada mama akan tetap sama. Ma, aku tahu ma, engkau merindukanku. Mama menanti kepulanganku saat ini. Setelah seminggu yang lalu kita bertemu. Ku munculkan diriku dihadapanmu, ku cumbu kedua pipimu. Dan esoknya anakmu ini harus balik lagi kesini, tempat persinggahannya menuntut ilmu. “Kok lama kali pulangnya”? Tanyamu lewat telpon genggam itu. Sabar ya ma.. Aku juga merindukanmu. Ma..maafkan, anakmu ini belum bisa berbuat lebih untukmu. Aku memang sangat-sangat menikmati adanya dirimu. Mama selalu memanjakan diriku. Mengutamakan diriku. Untuk itulah aku mengutamakan dirimu, ma. Mama jangan khawatir jika aku berbuat sesuatu yang lebih dari mama...

Sang Peduli Sampah

(http://cobraeite.blogspot.com) Awan masih menemani langkah Bugiono. Seorang lelaki berumur 49 tahun yang tak letih mengayunkan gerobak. Sekitar 3 Desa di Deli Tua telah ia tempuh. Pak Bug, begitulah sapaannya. Dengan mengenakan baju biru dan celana berwarna coklat yang hampir pudar ia pun menuju rumah warga. Kemudian ia mengambil tumpukan sampah yang telah menantinya, lalu di masukkan ke dalam gerobak yang dibawanya sebagai tempat sampah-sampah tersebut bersatu. Cuaca dingin dan jalanan yang becek tidak memberatkan langkahnya untuk mencari dan terus mencari. Mengutip sampah di rumah-rumah warga mulai subuh hingga petang. Itulah pekerjaan pak Bug sehari-hari. Baginya sampah ibarat teman. Setiap hari selalu ada sampah yang dibawanya bahkan tidak sedikit. Pekerjaan pak Bug pun tidak hanya sampai disitu. Sampah-sampah yang telah terkumpul itu dibawa ke penumpukan sampah. Letaknya di dekat kuburan Cina Deli Tua. Tanpa rasa lelah. Pak Bug senantiasa bersama gerobak. Gerobak yang...

Membuat Naskah History 811 Metro TV

Betapa pentingnya hari, tanggal dan tahun. Hari ini aku diberi tugas membuat history. Jadi aku berada di ruang internet untuk mencatat segala hal yang terjadi pada hari ini lalu merangkumnya kedalam satu paragraf yang terdiri dari 4 baris. Aku mulai berpikir betapa pentingnya hari. Aku sangat menyukai tugasku yang satu ini. Dengan begini aku menjadi tahu peristiwa apa saja yang terjadi.