Skip to main content

Pertanyaan


Apa yang sebenarnya terjadi pada diri ini adalah sebuah pertanyaan. Pertanyaan untuk mencari jawaban. Apa, siapa dan mengapa? Kata yang ada di benak pikiran tidak kan sampai ke ucapan jika tidak dinyatakan. Pertanyaan yang sering muncul tiba-tiba tersebut ingin mencai jawaban atas dirinya. Tentu saja, pertanyaan yang melayang dipikiran, hasil cipta dari sebuah renungan.

Prilaku yang tiba-tiba begini, begitu juga dapat memicu munculnya sebuah tanya. Tapi, terkadang prilaku itu bukanlah jawaban dari tanya-tanya yang ada di pikiran. Melainkan pengaruh dari tingkah laku yang berurutan. Begitu juga dengan diam. Diam adalah sebuah pertanyaan sekaligus jawaban yang tak diungkapkan. 

Seperti mendung yang mengandung jawaban akan turunnya hujan, namun belum dapat dipastikan jika mendung, hujan pasti turun. Tidak mudah memahami bahasa, tidak mudah memahami perbuatan apalagi menebak jawaban.

Begitu juga dengan sebuah kehadiran. Memunculkan diri dihadapan semakin tak sering dilakukan. Kekuatan media komunikasi menjadi suatu wakil dalam kehadiran, yaitu melalui ucapan ataupun tulisan yang mengambang datang melalui udara. Akhirnya terjadi kesepakatan dari dua arah yang berjauhan.

Namun ketidakhadiran bukanlah menjadi satu-satunya alasan tidak turut serta. Bukan juga karena undangan yang tak tersampaikan, atau kata-kata kelabu yang berharap abu-abu. Ada baiknya jawaban ini adalah berdo’a kepada Rabb nya. Karena do’a merupakan senjata yang paling kuat pengaruhnya.

Comments

Popular posts from this blog

Ma

Ma... Aku menuis ini karena mengingatmu. Ma, begitulah aku memanggilmu. Segala rasa kucurahkan padamu. Namun aku masih menyimpan yang satu ini ma, cinta.. Semenjak kuliah aku tak lagi bercerita tentang ini padamu. Aku tahu dalam hatimu bertanya-tanya. Mama tahu, anakmu ini sedang mengukir rasa cintanya. Namun tenanglah, cintaku pada mama akan tetap sama. Ma, aku tahu ma, engkau merindukanku. Mama menanti kepulanganku saat ini. Setelah seminggu yang lalu kita bertemu. Ku munculkan diriku dihadapanmu, ku cumbu kedua pipimu. Dan esoknya anakmu ini harus balik lagi kesini, tempat persinggahannya menuntut ilmu. “Kok lama kali pulangnya”? Tanyamu lewat telpon genggam itu. Sabar ya ma.. Aku juga merindukanmu. Ma..maafkan, anakmu ini belum bisa berbuat lebih untukmu. Aku memang sangat-sangat menikmati adanya dirimu. Mama selalu memanjakan diriku. Mengutamakan diriku. Untuk itulah aku mengutamakan dirimu, ma. Mama jangan khawatir jika aku berbuat sesuatu yang lebih dari mama...

Sang Peduli Sampah

(http://cobraeite.blogspot.com) Awan masih menemani langkah Bugiono. Seorang lelaki berumur 49 tahun yang tak letih mengayunkan gerobak. Sekitar 3 Desa di Deli Tua telah ia tempuh. Pak Bug, begitulah sapaannya. Dengan mengenakan baju biru dan celana berwarna coklat yang hampir pudar ia pun menuju rumah warga. Kemudian ia mengambil tumpukan sampah yang telah menantinya, lalu di masukkan ke dalam gerobak yang dibawanya sebagai tempat sampah-sampah tersebut bersatu. Cuaca dingin dan jalanan yang becek tidak memberatkan langkahnya untuk mencari dan terus mencari. Mengutip sampah di rumah-rumah warga mulai subuh hingga petang. Itulah pekerjaan pak Bug sehari-hari. Baginya sampah ibarat teman. Setiap hari selalu ada sampah yang dibawanya bahkan tidak sedikit. Pekerjaan pak Bug pun tidak hanya sampai disitu. Sampah-sampah yang telah terkumpul itu dibawa ke penumpukan sampah. Letaknya di dekat kuburan Cina Deli Tua. Tanpa rasa lelah. Pak Bug senantiasa bersama gerobak. Gerobak yang...

Membuat Naskah History 811 Metro TV

Betapa pentingnya hari, tanggal dan tahun. Hari ini aku diberi tugas membuat history. Jadi aku berada di ruang internet untuk mencatat segala hal yang terjadi pada hari ini lalu merangkumnya kedalam satu paragraf yang terdiri dari 4 baris. Aku mulai berpikir betapa pentingnya hari. Aku sangat menyukai tugasku yang satu ini. Dengan begini aku menjadi tahu peristiwa apa saja yang terjadi.