Skip to main content

Saat diri kita di Uji

Seringkali manusia  di uji  terurtama pada apa yang dimilikinya.

Kita hidup ini akan melalui ujian. Itulah proses yang Allah berikan pada hambanya. Namun banyak diantara kita yang tak mengetahuinya. Padahal kalau saja bersyukur pada setiap nikmat yang Dia berikan, dalam keadaan senang maupun susah Allah akan berikan lebih. Ingatlah Ar-Rahman, Ar-Rahim, Dia yang Maha Pengasih dan Dia yang Maha Penyayang. Tidak ada yang menandingi kasih sayang Allah pada setiap hambanya. Hanya kita yang sering ingkar dan lupa atas karunia-Nya. Untuk itu bersyukurlah dan selalu mohon ampun padaNya dengan Istighfar.


Allah berfirman:
Barangsiapa mensyukuri nikmat-Ku, maka akan Ku tambahkan nikmat baginya. Dan barang siapa kufur terhadap nikmat-Ku, sesungguhnya adzab-Ku amat pedih.” (Q>S> Ibrahim: 7).

Ya Allah ampunilah kami, jika kami sering lalai dalam bersyukur padamu.

Nabi SAW bersabda yang artinya: “Tidaklah suatu perkara yang menimpa seorang muslim baik berupa keleahan, penyakit, gangguan orang lain, kesedihan yang mendalam, sampai duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menggugurkan dosa-dosanya dengan sebab itu.” (Hadist Bukhari no 5641 dan Muslim no. 2573)

Itulah skenario Allah. Karena hidup adalah ketentuannya dan kita yang menjalankan. Maka ikutilah prosesnya.

Comments

Popular posts from this blog

Membuat Naskah History 811 Metro TV

Betapa pentingnya hari, tanggal dan tahun. Hari ini aku diberi tugas membuat history. Jadi aku berada di ruang internet untuk mencatat segala hal yang terjadi pada hari ini lalu merangkumnya kedalam satu paragraf yang terdiri dari 4 baris. Aku mulai berpikir betapa pentingnya hari. Aku sangat menyukai tugasku yang satu ini. Dengan begini aku menjadi tahu peristiwa apa saja yang terjadi.

Ma

Ma... Aku menuis ini karena mengingatmu. Ma, begitulah aku memanggilmu. Segala rasa kucurahkan padamu. Namun aku masih menyimpan yang satu ini ma, cinta.. Semenjak kuliah aku tak lagi bercerita tentang ini padamu. Aku tahu dalam hatimu bertanya-tanya. Mama tahu, anakmu ini sedang mengukir rasa cintanya. Namun tenanglah, cintaku pada mama akan tetap sama. Ma, aku tahu ma, engkau merindukanku. Mama menanti kepulanganku saat ini. Setelah seminggu yang lalu kita bertemu. Ku munculkan diriku dihadapanmu, ku cumbu kedua pipimu. Dan esoknya anakmu ini harus balik lagi kesini, tempat persinggahannya menuntut ilmu. “Kok lama kali pulangnya”? Tanyamu lewat telpon genggam itu. Sabar ya ma.. Aku juga merindukanmu. Ma..maafkan, anakmu ini belum bisa berbuat lebih untukmu. Aku memang sangat-sangat menikmati adanya dirimu. Mama selalu memanjakan diriku. Mengutamakan diriku. Untuk itulah aku mengutamakan dirimu, ma. Mama jangan khawatir jika aku berbuat sesuatu yang lebih dari mama...

Just enough, Remember My Name

Hafalkan namaku disaat menatap muka.  Aku kan mengingat langkah kaki yang selalu ku bawa. Dari jarak jauh ataupun dekat. Aku akan menghiasi senyum dari arah mana pun yang kau mau. Ingatlah pesan-pesan yang mengudara disekitar kita. Serta bahasa tubuh yang sudah tersedia. Hasrat dan keinginan yang tersimpan di dalam kalbu atau pun igauanmu. Dan rintik-rintik yang hampir keluar dari binar mata, memerah. Membuatku mengerutkan dahi, meregangkan alis mata walau tawa-tawa kecil memalingkan suasana. Biarkan saja berjalan apa adanya. Mengalir, meresap hingga ke celah-celah nurani. Bertahanlah sampai kapan ingatan ini akan jenuh. Yang pasti suatu saat nanti aku akan mengingatmu dengan ucapan “ Hallo”, Mekar..Remember my name!