Skip to main content

Posts

Mata kepada Mata

Mata kepada mata Meningkatkan sejenak detak jantung Meramunya dalam angan Jatuhnya dalam pandangan Seketika mati, seketika terhenti Namun ia tetap singgah Menemuinya diam-diam Mangikisnya dalam angan-angan Begitulah jika mata kepada mata Tak mampu terkendalikan Bertemunya dalam tatapan Begitulah jika mata kepada mata Racunnya dalam pandangan

Membuat Naskah History 811 Metro TV

Betapa pentingnya hari, tanggal dan tahun. Hari ini aku diberi tugas membuat history. Jadi aku berada di ruang internet untuk mencatat segala hal yang terjadi pada hari ini lalu merangkumnya kedalam satu paragraf yang terdiri dari 4 baris. Aku mulai berpikir betapa pentingnya hari. Aku sangat menyukai tugasku yang satu ini. Dengan begini aku menjadi tahu peristiwa apa saja yang terjadi.

Kebersamaan

Kebersamaan adalah saat kita berada di tempat yang sama secara bersama-sama. Meghadap, melihat, mendengar dan berkata dnegan sesama. Kebersamaan ada karena kita melakukan hal yang sama. Kita belajar, berdiskusi, mengikuti seminar, ataun rapat kerja. Namun kebersamaan saat itu hanya mampu kita lakukan, tanpa merasakan keberadaannya. Kita berpikir hal ini akan segera berakhir. Kita memang tidak bisa selamnya secara bersama-sama. Kita akan menemukan kebersamaan di hari lainnya dengan sosok yang tidak sama, tujuan, ruang dan tempat berbeda. Kebersamaan akan berulang-ulang dengan hal yang berbeda-beda. Harusnya kita berpikir saat bersama adalah hal yang sangat berarti. Karena semuanya akan berlalu. Ketahuilah bahwa kebersamaan itu tidak disadari dan akan menjadi memori yang dirindukan.

Sabar

Aku ingin meniti air yang beku. Sabar menanti ia mencair. Aku ingin masuk kedalam dahagamu. Memberi setetes saja kesejukan. Dalam keadaan baik ataupun lelah. Aku hanya ingin menjadi penyejuk yang merindang dirimu. Keadaan sabar sama seperti kita menunggu Jemariku belum   lelah, menantimu. Aku masih mengukir sabar dijendela kaca tempat kita bejumpa. Sabar yang tertuang dalam hati, dalam pikiran dan dalam raga yang senantiasa merelakannya bersinggungan dengan besi putih, tempat   menyandar. Kakiku tetap tegak, tak berpindah. Tanganku masih menari-nari melukis namamu dari arah kanan dan kiri. Aku bukan main-man, aku hanya sabar menunggu kedatanganmu. 

Hari ini: Aku Hanya Ingin Meminta Kepada Allah Saja

Hari ini aku akan mengingat bagaimana keadaan lahir. Saat mama meneteskan keringat dari wajah, bahu dan seluruh tubuhnya. Saat itu mama berusaha mengeluarkanku dari rahimnya. Yah hari itu, tepatnya hari Senin, saat bintang-bintang berkedipan bersamaan mata mama, mata ayah dan orang-orang sekitar. Semua merasakan lega. Aku telah lahir. Teriring waktu, suara adzan yang berkumandang dari suara ayah saat itu telah menitiku hingga suara adzan yang terdengar pada subuh ini, Sabtu 23 Agustus 2014, di usiaku yang ke 21 tahun. Kini, aku sudah mengerti arti keluarga. Teriring do’a yang terucap dari kedua bibir ayah dan mama. Teriring do’a yang tumbuh dari lubuk hati ayah dan mama. Dalam setiap tarikan nafas yang tak pernah lepas. Kita masih bersatu. Bercerita kenangan lalu, dalam malam-malam dan siang-siang di teras rumah, tempat kita berkumpul sejenak sambil menyerup kopi, teh ataupun jamu buatan mama. Aku sangat bangga memiliki ayah dan mama. Dalam setiap tawa, canda, ramah,...

Buka Bersama Forum Lingkar Pena Medan

Gelas-gelas berisi buah semangka, embunnya keluar membentuk titik-titik air. Aku hendak meminumnya. Setelah membaca basmalah, buka bersama di sekretariat Forum Lingkar Pena (FLP) Sumatera Utara segera dimulai. Aku bergabung dengan peserta Tadarus Sastra lainnya. Ini merupakan acara penutupan tadarus sastra yang dilaksanakan mulai tanggal 7 -18 Juli 2014.     Ini pertama kalinya aku bergabung dengan angota FLP SUMUT. Kata salah satu paitia, Putri Rizki Ardhina, seseorang yang tidak asing lagi bagiku, Ini merupakan acara keakraban antara peserta dan panitia. Oke, aku menikmatinya. Beberapa hari yang lalu, pada tanggal 7-11 Juli, aku mengikuti kelas Fiksi (gelombang 1). Kami terdiri dari sembilan peserta. Setelah menelaah lebih dalam, luar biasa karya-karya mereka. Penulis-penulis muda yang berbakat, membakar semangat dan dengan tujuan yang bermanfaat.  Kami bergabung disebuah tempat beralaskan tikar dan menyandarkan punggung di dinding-dinding yang terluk...

Saat Tua Nanti

Saat tua nanti aku tak tahu akan hidup seperti apa. Dalam lingkaran rumah tangga, anak cucu serta cicit yang kumiliki. Saat tua nanti aku tak tahu akan hidup dengan siapa. Dengan umur, dengan kaki yang tak mampu lagi berlari. Saat tua nanti aku tak tahu akan menjadi seperti apa. Namun, saat tua nanti aku hanya mampu membaca tentang masa lalu yang termakan oleh waktu.