Skip to main content

Bahasa dan Budaya


Bahasa kerap kali dijadikan suatu analisis yang bertuan.Etika yang sebenarnya adalah memiliki basis tersendiri seperti pengunaan EYD untuk Bahasa Indonesia dan Grammar untuk Bahasa Inggris. 
Namun tutur orang dalam berbicara merupakan suatu interpretasi yang secara langsung digunakan. Sejak kecil bahasa tutur ini telah menyatu dengan jiwa dan raga. Bagamana pun juga orang berinteraksi menggunakan Bahasa. Sebut saja Verbal dan Non Verbal.

Kalangan luas maupun pedalaman menggunakan bahasa sesuai daerahnya masing-masing. Apalagi di Indonesia yang terdiri dari 1128 suku. Tentunya telah menjadi perbedaan baik cara pandang maupun tingkah laku. Bahasa Indonesia yang disebut sebagai bahasa persatuan itu hanya menjadi sebuah pelajaran wajib di sekolahan. Ketertimpangan bahasa merupakan suatu dialek yang perlu dikaji ulang.

Ketentuan ini dapat menjadi sebuah kewajiban dalam melakukan tindakan yang menjadi ciri khas tersendiri. Jangan sampailah kalo bangsa sendiri tidak tahu menggunakan bahasa persatuan. Ini yang harus dikaji ulang atas perbedaan itu. Jangan sampai menjadi orang asing di negeri sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

Membuat Naskah History 811 Metro TV

Betapa pentingnya hari, tanggal dan tahun. Hari ini aku diberi tugas membuat history. Jadi aku berada di ruang internet untuk mencatat segala hal yang terjadi pada hari ini lalu merangkumnya kedalam satu paragraf yang terdiri dari 4 baris. Aku mulai berpikir betapa pentingnya hari. Aku sangat menyukai tugasku yang satu ini. Dengan begini aku menjadi tahu peristiwa apa saja yang terjadi.

Sang Peduli Sampah

(http://cobraeite.blogspot.com) Awan masih menemani langkah Bugiono. Seorang lelaki berumur 49 tahun yang tak letih mengayunkan gerobak. Sekitar 3 Desa di Deli Tua telah ia tempuh. Pak Bug, begitulah sapaannya. Dengan mengenakan baju biru dan celana berwarna coklat yang hampir pudar ia pun menuju rumah warga. Kemudian ia mengambil tumpukan sampah yang telah menantinya, lalu di masukkan ke dalam gerobak yang dibawanya sebagai tempat sampah-sampah tersebut bersatu. Cuaca dingin dan jalanan yang becek tidak memberatkan langkahnya untuk mencari dan terus mencari. Mengutip sampah di rumah-rumah warga mulai subuh hingga petang. Itulah pekerjaan pak Bug sehari-hari. Baginya sampah ibarat teman. Setiap hari selalu ada sampah yang dibawanya bahkan tidak sedikit. Pekerjaan pak Bug pun tidak hanya sampai disitu. Sampah-sampah yang telah terkumpul itu dibawa ke penumpukan sampah. Letaknya di dekat kuburan Cina Deli Tua. Tanpa rasa lelah. Pak Bug senantiasa bersama gerobak. Gerobak yang...

Sabar

Aku ingin meniti air yang beku. Sabar menanti ia mencair. Aku ingin masuk kedalam dahagamu. Memberi setetes saja kesejukan. Dalam keadaan baik ataupun lelah. Aku hanya ingin menjadi penyejuk yang merindang dirimu. Keadaan sabar sama seperti kita menunggu Jemariku belum   lelah, menantimu. Aku masih mengukir sabar dijendela kaca tempat kita bejumpa. Sabar yang tertuang dalam hati, dalam pikiran dan dalam raga yang senantiasa merelakannya bersinggungan dengan besi putih, tempat   menyandar. Kakiku tetap tegak, tak berpindah. Tanganku masih menari-nari melukis namamu dari arah kanan dan kiri. Aku bukan main-man, aku hanya sabar menunggu kedatanganmu.